Pulsa Itu Mengalahkan Beras
Hal ini mengingatkan saya pada mantan pembantu saya. Usianya 15 tahun (menurut pengakuannya). Sebenarnya saya agak merasa bersalah karena mempekerjakan anak dibawah umur. tapi karena dia bilang itu kemauannya sendiri dan tidak ada paksaan dari pihak manapun (kayak bikin surat kuasa), ya sudak akhirnya saya terima.
Saya beri dia instruksi apa-apa saja yang mesti dikerjakan. Nggak banyak sih secara rumah saya type 21 (small is…..sempit). Yang saya tekankan adalah pengasuhan anak-anak (saya punya 2 nak perempuan).
Satu dua hari berlangsung biasa saja. Nah hari-hari berikutnya, hand phone nyaris nggak pernah lepas dari telinganya. Bahkan pada suatu malamketika saya terbangun karena ingin ke kamar kecilpun masih terdengan suara ngobrol via hp. Saat saya tengok jam, ternyata…….pukul 02.00WIB ! O…M…G.
Mau berapa pulsa yang dihabiskan dalam satu bulan, ya satu bulan gajinya. Itu artinya dia bekerja keras sebulan atau berbulan-bulan hanya untuk membeli pulsa !
Dan ke siapakah dia telepon ? bukan ke emaknya atau bapaknya (yang merindukan anaknya) tapi ke teman lelakinya yang nggak jelas statusnya. Itu artinya, dia kerja keras sebulan atau berbulan-bulan hanya untuk bicara dengan lelaki yang nggak jelas statusnya!
Begitulah saudara-saudara, jadi nggak aneh ya kalau ada orang yang hidupnya aja kekurangan, begitu dapat duit terus dibeliin pulsa, beberapa jam kemudia dia baru sadar kalau keluarga butuh makan. Dan untuk makan butuh beras dan lauk, dan untuk itu dibutuhkan uang tapi uangnya sudah buat beli P U L S A !! Giliiiing………..nidji.
Filed under Tak Berkategori | Comments (25)